Jejak Usaha Geprek Mentai: Dari Dapur Sederhana, Terbitlah Kewirausahaan Luar Biasa
Pendahuluan
Kewirausahaan merupakan salah satu peluang bagi generasi muda khususnya generasi z untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan kemandirian. Bukan hanya sekedar mencari keuntungan finansial, berwirausaha juga bisa menjadi tempat untuk mengembangkan generasi Rahmatan lil ‘Alamin, generasi yang memberikan manfaat yang positif dan kebaikan untuk masyarakat. Dengan usaha kecil maupun besar, setiap langkah inovatif dapat berdampak bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Pengalaman saya dalam bidang kewirausahaan sederhana, yaitu menjual makanan geprek mentai. Meskipun terlihat biasa, usaha ini menjadi pengalaman skill memasak yang nyata, dengan latar belakang berwirausaha bisa meningkatkan keberanian komunikasi, kreativitas, relasi antar sesama, dan menjadi bentuk kontribusi sebagai mahasiswa yang terus berusaha memberi manfaat untuk banyak orang.
Perjalanan Usaha Geprek Mentai
Usaha geprek mentai ini adalah ide saya saat SMA, ketika saya mendapatkan tugas membuat makanan inovatif. Dari situlah lahir ide untuk mengkombinasikan ayam geprek dengan saus mentai yang pada saat itu sedang populer. Setelah lulus, ide tersebut saya wujudkan kembali sebagai usaha kecil dengan modal tabungan pribadi. Promosi saya lakukan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Saya membuat konten sederhana hingga melakukan live streaming untuk memperkenalkan produk kepada audiens. Namun, perjalanan ini tidak lepas dari kendala. Banyak audiens yang hanya bertanya tanpa membeli, sehingga sangat menguji kesabaran. Dan terkendala ketika banyak yang memesan untuk acara jumat berkah yang membludak. Dari sini, saya belajar pentingnya komunikasi, profesionalitas, dan konsistensi agar tidak mudah menyerah meskipun banyak kendala. Prasetyo, Veri. (2025).
Inovasi dan Kreativitas Geprek Mentai
Salah satu inovasi utama dalam usaha ini adalah saus mentai racikan sendiri. Alih-ali membeli dari luar kota maupun luar daerah, saya meracik dengan cita rasa khas yang membedakan dari produk lain. Selain itu, saya juga menghadirkan kemasan rice bowl yang praktis dan bisa dibawa kemanapun dan juga dapat terlihat menarik dimata pelanggan, ditambah sayuran segar seperti sawi putih agar lebih bergizi dan balance. Inovasi dan kreativitas ini menjadi identitas unik dan tidak dapat ditemukan pada makanan yang lain yang membuat produk ini memiliki nilai lebih unggul di mata konsumen. Azahra, dkk. (2025).
Selain racikan saus mentai yang khas dan kemasan rice bowl, saya juga berusaha menghadirkan inovasi lain dalam usaha ini. Salah satunya adalah variasi level kepedasan pada ayam geprek yang bisa dipilih konsumen sesuai selera. Dengan begitu, produk menjadi lebih terpercaya dan ramah untuk berbagai kalangan, baik yang menyukai rasa pedas maupun yang lebih suka rasa sedang.
Inovasi lain terletak pada strategi pemasaran. Saya mencoba memanfaatkan trend di media sosial, seperti mengikuti challenge kuliner di TikTok atau membuat konten behind the scene proses memasak. Cara ini tidak hanya membuat promosi lebih menarik, tetapi juga menambah kedekatan dengan audiens. Selain itu, saya juga mulai memikirkan ide paket hemat atau bundling, misalnya paket untuk teman nongkrong atau keluarga kecil, agar konsumen merasa lebih diuntungkan. Langkah-langkah kecil ini menjadi wujud nyata bahwa inovasi dalam usaha tidak selalu langsung besar, melainkan bisa lahir dari proses kreativitas sederhana yang terus dikembangkan.
Dampak Usaha Geprek Mentai
Meskipun skala dan relasi usahanya kecil, dampak usaha ini besar bagi pengembangan diri. Pertama, saya belajar keterampilan komunikasi dalam pemasaran digital, baik melalui live streaming maupun melayani pelanggan langsung. Kedua, saya berlatih manajemen waktu karena usaha ini dijalankan saat hari libur kuliah dan libur semester. Ketiga, saya belajar menghadapi aktivitas membludak ketika penjualan ramai saat akhir pekan, sepi saat hari biasa yang memberi gambaran nyata tentang perjalanan usaha. Adapun itu, saya sadar bahwa berwirausaha memberi kesempatan untuk membawa manfaat bagi orang lain, meskipun hanya usaha kecil. Selain memberikan pengalaman pribadi dalam hal komunikasi, manajemen waktu, dan kreativitas, usaha kecil ini juga memberi dampak yang lebih luas.
Dari sisi lingkungan pertemanan, banyak teman yang terinspirasi untuk mencoba usaha makanan setelah melihat konsistensi saya. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan bisa menular, terutama di kalangan anak muda. Dari sisi konsumen, usaha ini memberi pilihan makanan yang terjangkau dengan rasa berbeda. Produk yang saya tawarkan bukan sekadar makanan, tetapi juga bentuk inovasi yang menghadirkan sesuatu yang baru di tengah tren kuliner. Dengan begitu, konsumen bisa menikmati sajian khas tanpa harus pergi jauh. Dari sisi sosial, usaha ini mengajarkan saya pentingnya kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha. Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat generasi Rahmatan lil ‘Alamin, yaitu membawa kebermanfaatan dan kebaikan, sekecil apapun kontribusinya tetapi dampaknya yang besar.
Refleksi untuk Generasi Rahmatan lil ‘Alamin
Pengalaman berjualan geprek mentai memberi saya banyak pelajaran soft skill dan hard skill bahwa keberanian untuk memulai apapun itu selagi di jalan Allah yang merupakan kunci menuju kesuksesan. Namun, lebih dari sekadar keberanian, wirausaha ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi sebagai generasi Rahmatan lil ‘Alamin. Generasi ini tidak hanya hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga berusaha memberi kebaikan dan dampak bagi lingkungannya. Dengan usaha sederhana ini, saya belajar menjadi mahasiswa yang lebih sabar, konsisten, dan kreatif. Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan untuk membentuk generasi muda khususnya generasi z yang bermanfaat, inovatif, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin modern. Meskipun masih dalam lingkup kecil, langkah ini adalah awal perjalanan untuk memunculkan ide-ide yang lebih besar dan lebih baik. Sabirah, Mandasari. (2025).
Penutup
Kewirausahaan geprek mentai telah menjadi pengalaman berharga dan tidak ternilai yang bukan hanya melatih keterampilan secara praktis, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat semangat untuk menjadi generasi Rahmatan lil ‘Alamin. Dari dapur sederhana, terbitlah inovasi yang tidak hanya memberi rasa, tetapi juga menambah pelajaran dan manfaat. Saya percaya, setiap mahasiswa memiliki potensi tersendiri untuk menebar kebaikan melalui langkah kreatifnya masing-masing. Dengan keberanian, kreativitas, dan konsistensi, kita dapat menjadi generasi yang inovatif, berdampak, dan benar-benar menjadi mahasiswa yang berdampak bagi masyarakat.
Daftar Pustaka
Azahra, R. S., Nisaurahma, T., & Purnamasari, P. (2025). Pendampingan Strategi Efisiensi Biaya untuk UMKM Ayam Geprek King Chicken. Madani, 3(4), 195–200. https://doi.org/10.37253/madani.v3i4.10775
Putra, H. A., Kristianto, R. P., Trisyanti, L. I., Sapeibu, G., & Firdausi, N. (2025). BAZAR MINI MEMBERIKAN PENINGKATAN EKONOMI TAMBAHAN UMKM LOKAL PADA MASA RAMADHAN BAGI WARGA PERUMAHAN BABATAN PILANG. The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS), 4(1). https://doi.org/10.37477/csds.v4i1.772
Prasetyo, E. B., & Veri, J. (2025). Pemanfaatan E-Commerce sebagai Media Pembelajaran Kewirausahaan: Systematic Literature Review. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(5), 8078–8087. https://doi.org/10.54373/imeij.v6i5.3977
Sabirah, H. I., & Mandasari, J. (2025). PENGARUH HARGA, LOKASI DAN WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA USAHA AYAM GEPREK BERKAH SUMBAWA. Deleted Journal, 2(2), 299–309. https://doi.org/10.62237/jnm.v2i2.278
Shururi, F. M., Anisah, A. S., & Komariah, I. (2025). RELEVANSI NILAI KARAKTER DALAM KITAB TA’LIM MUTA’ALIM DENGAN PROFIL PELAJAR RAHMATAL LIL ‘ALAMIN DI MADRASAH IBTIDAIYAH. Muallimuna Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 10(2), 33. https://doi.org/10.31602/muallimuna.v10i2.18775
Tedjaningtyas, A. (2025). Penguatan economic Resilience sebagai upaya adaptif masyarakat Indonesia dalam menghadapi perlambatan ekonomi 2025. Journal of Comprehensive Science (JCS), 4(8), 2468–2475. https://doi.org/10.59188/jcs.v4i8.3487
Lihat blogger teman saya : ahmad dani firmansyah

Komentar
Posting Komentar